Surat Dua Sejoli (Sebuah cerita)


Surat Dua Sejoli

Dear Sukma,

Aku tidak tengah mengumbar kata – kata

Seperti burung gereja merayu pagi

Atau mencoba membujukmu

Karena sosokmu tak lagi gadis ingusan

Sekalipun engkau menilaiku dungu

Tetapi ingin kutanyakan apa arti sekian waktu kemarin

Mungkin bagimu kemarin tak harus berarti

Namun bagiku adalah masa depan

Mataku meradang..

Hatiku sesak..

Jiwaku gelisah..

Kalaupun engkau ingin tahu keadaanku

Kutegaskan bahwa aku teramat tersiksa..

Dikepalaku tergantung ribuan tanya

Dan kukira hanya kamu yang tahu jawabannya..

Dear Bara,

Aku mencoba tetap tegar dalam tangisku

Seperti burung elang ditengah tengah laut

Kubiarkan sayapku tetap terkembang

Sekalipun badai kesedihan memaksaku menepi..

Ketahuilah bahwa sekian waktu kemarin akan terus kusimpan demi kamu

Dan jikalau aku meninggalkanmu sekarang adalah karena suratan angin hidup yang menggiringku ke tempat yang aku sendiri belum tahu..

Aku adalah kamu

Maka sesakmu,sesakku

Gelisahmu,gelisahku

Ramaimu,ramaiku

Sunyimu,sunyiku

Tidaklah diperlukan ribuan tanya itu

Karena engkau hanya membutuhkan ketulusan

Dan kumohon engkau tidak bersandar pada janji yang kita ukir kemarin..

Karena apa yang ditulis oleh sejarah tidaklah selalu manis

Dan aku hanya percaya pada keabadiannya..

Maafkan….

Dear Sukma,

Telah kulalui hari – hari dengan ketiadaan ini

Dan kuyakini bahwa tak ada yang musti diyakini

Aku hanya percaya pada apa yang tidak kupercaya

Dan hanya kulihat kegelapan dalam siang yang paling panas sekalipun

Dan kalaupun pernah kumiliki sebuah cahaya..

Itu adalah mata yang kini telah kau ambil kembali..

Biarlah aku membuta..

Atau lenyap seluruh ruh dan tubuhku

Aku tidak tahu arti dibalik semua ini

Satu –satunya ketulusan yang masih kumiliki

Adalah janji bahwa aku merelakan nyawaku demi engkau

Dan sekarang kalaupun engkau melihat

Aku benar – benar mati olehmu

Maafkan,jikalau aku sulit mengingkari..

Dear Bara,

Tak dapat kupungkiri ada penyesalan yang mendalam ketika menggiringku pergi menjauhimu..

Dan jikalau engkau berpikir bahwa cintaku telah menyurut dan tawar, aku tidak akan menyalahkan pikiran-pikiranmu yang selalu terlihat hebat dimataku…

Aku tidak pernah berhenti mencintaimu dan percaya bahwa penyatuan jiwa bukanlah satu-satunya pencapaian tertinggi,sekalipun itu agung..

Aku hanya butuh waktu untuk meminta Tuhan dengan lebih keras…

Supaya engkau lekas menemukan dirimu…

Kamu adalah Pria yang hebat…

Dan Kamu harus mempercayai itu

Dan kuharap engkau tidak membandingkan dirimu dengan kisah-kisah pamer yang tertulis rapi dalam buku biografi atau orang – orang disekitarmu yang terlalu kau anggap hebat…

Sekali lagi, Aku hanya mau kamu menemukan dirimu sendiri…

Semoga engkau menjadi Pria yang mampu bersyukur atas apa yang dimiliki

Seorang pria yang mampu menundukkan kepala ketika ia menjadi pemenang…

Dan tidak takut bercermin ketika dirinya sedikit tidak beruntung…

Milikilah hidupmu terlebih dahulu sebelum engkau mencoba berbagi hidup…

Dan kupikir engkau harus melakukan itu tanpa aku….

Malang, 5 jun 2009 (Copyrighted of Ricky25Ferdianto.wordpress.com)

3 Komentar

Filed under Uncategorized

3 Respon untuk Surat Dua Sejoli (Sebuah cerita)

  1. expresi kata hati yang bagus…….

Tinggalkan Balasan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Ubah )

Connecting to %s