Januari 22, 2009...3:28 pm

Jerit Akhir (lawas)

Lompat ke Komentar

 

 

Hati bengis…

Sesinis mata menali realita..

Hati menangis..

Bersembunyi di balik seringai tawa..

Gelisah ..

Terpendam didalam tegar jiwa..

 

Aih,semua terlalu pandai bermain peran..

Namun dungu didalam menafsir jiwa…

 

Dimana kalian sembunyikan sembilu?

Yang katanya rindu tetesan darahku?

Apa ia kauletakkan bersama kelaminmu,..Sehingga kalian malu untuk menunjukkannya?

 

Adakah kalian selipkan duri diantara tangan kita yang saling menggenggam?

Atau..,Sudahkan kalian bubuhkan racun pada anggur yang kau jamukan padaku?

 

Kawan…

Sebegitu kesalnya kita pada nasib..

Mengutuk pada semua apa yang menjadi kerikil mimpi

Meninju…,pada segala palang kebebasan kita

 

Barangkali jiwa kita sendiri rapuh..

Tahu serba sedikit tentang yang bijak itu

 

Ataukah, kita terlalu letih mendengar dongeng para pendeta yang terlihat konyol?

Ataukah, semuanya terlihat begitu berbeda dari apa yang pernah dikatakan para tua – tua?

 

 

Kita bergejolak…

Ingin berteriak..

 

Tai Kucing Kesatuan…

Tai Kucing Kebersamaan…

Tai Kucing Keadilan…

Tai Kucing Solidaritas…

hhhhhhhhhhhh. . . . . . . . . .

Beristirahatlah jiwa..

Biarkan hangat mentari lusa menyapa ..

Menyeka darah kita yang terlalu dingin…

Semoga… (10:17 PM FEB 16th 06)

1 Komentar


Tinggalkan Balasan