Sejenak kurasa udara semakin tipis..
Dan sinaran surya memudar..,letih mengiring waktu..
Mata air mongering..memutus ikatan dengan sungai..
Apalah sisa –sisa mimpi?
Jikalau sinar dalam lorong hati tak lagi bercahaya?
Jikalau dinding –dinding yang kau bangun menua dan berlumut?
Aku mau cinta mengalahkan waktuku..
Seperti dedaunan kering rebah di pangkuan rumput hijau..
Hhhh…
Sesaat suara kecil itu bergumam…
Aku manusia biasa ..
Tak mampu kutawar hilangnya rindu..
Tak dapat kutahan pudarnya sinar..
Pun jika kamu meminta keadilan..
Maka aku tetap tinggal didalam ruang yang mulai gelap dan lapuk..
Kucoba menjaga ini layaknya sebongkah prasasti tua..
Ah..hati terus menerus melayang..
Berputar – butar di ruang gamang..
Satu tanya melintas pikiran ..
Dimana sembunyi keabadian?