Juli 15, 2009
Facebooku
Juni 15, 2009
Buku dan Kaca kehidupan
Dalam diam lembar buku berkepakan..
Berisik, mengusik dan berbisik…
Didalamku ada cerita…
Hidupmu dan gurat peristiwa..
Peristiwa yang kaulebur demi memberi hidup sebuah nama..
Nama-nama yang kau kenalkan dalam setiap pertemuan serta ikatan..
Sebuah nama yang akan kau besarkan nantinya..
Atau malah kau kubur sendiri dalam rongga bumi tanpa cahaya..
Semuanya haruslah terlebih dulu menjadi janin bernama peristiwa..
Tak Peduli itu cahaya atau hitam gulana…
Sebuah nama pasti kaubesarkan demi hidupmu di kemudian waktu..
……………………….
Dalam sunyi kaca- kaca melukis
Wajah dan gurat watak yang tak mampu kau tutup-tutupi…
Tentang dirimu dan waktu hidupmu..
Kaca-kaca tak meminta tanganmu untuk memberi rona..
Kaca-kaca menyebut namamu sendiri dalam satu waktu..
Kaca- kaca menuruti dan melihat dirimu…
Kaca-kaca mengintip keinginan yang seringkali kau sembunyikan dalam-dalam dan terlambat kau singkap…
Buku dan Kaca kehidupan…
Menulis dan melukis…
Mahakarya dan Hina-dina…
Anak-cucu manusia….
Malang, 15 juni 2009 (Ricky25ferdianto.wordpress.com)
Juni 7, 2009
Surat Dua Sejoli (Sebuah cerita)
Surat Dua Sejoli
Dear Sukma,
Aku tidak tengah mengumbar kata – kata
Seperti burung gereja merayu pagi
Atau mencoba membujukmu
Karena sosokmu tak lagi gadis ingusan
Sekalipun engkau menilaiku dungu
Tetapi ingin kutanyakan apa arti sekian waktu kemarin
Mungkin bagimu kemarin tak harus berarti
Namun bagiku adalah masa depan
Mataku meradang..
Hatiku sesak..
Jiwaku gelisah..
Kalaupun engkau ingin tahu keadaanku
Kutegaskan bahwa aku teramat tersiksa..
Dikepalaku tergantung ribuan tanya
Dan kukira hanya kamu yang tahu jawabannya..
Dear Bara,
Aku mencoba tetap tegar dalam tangisku
Seperti burung elang ditengah tengah laut
Kubiarkan sayapku tetap terkembang
Sekalipun badai kesedihan memaksaku menepi..
Ketahuilah bahwa sekian waktu kemarin akan terus kusimpan demi kamu
Dan jikalau aku meninggalkanmu sekarang adalah karena suratan angin hidup yang menggiringku ke tempat yang aku sendiri belum tahu..
Aku adalah kamu
Maka sesakmu,sesakku
Gelisahmu,gelisahku
Ramaimu,ramaiku
Sunyimu,sunyiku
Tidaklah diperlukan ribuan tanya itu
Karena engkau hanya membutuhkan ketulusan
Dan kumohon engkau tidak bersandar pada janji yang kita ukir kemarin..
Karena apa yang ditulis oleh sejarah tidaklah selalu manis
Dan aku hanya percaya pada keabadiannya..
Maafkan….
Dear Sukma,
Telah kulalui hari – hari dengan ketiadaan ini
Dan kuyakini bahwa tak ada yang musti diyakini
Aku hanya percaya pada apa yang tidak kupercaya
Dan hanya kulihat kegelapan dalam siang yang paling panas sekalipun
Dan kalaupun pernah kumiliki sebuah cahaya..
Itu adalah mata yang kini telah kau ambil kembali..
Biarlah aku membuta..
Atau lenyap seluruh ruh dan tubuhku
Aku tidak tahu arti dibalik semua ini
Satu –satunya ketulusan yang masih kumiliki
Adalah janji bahwa aku merelakan nyawaku demi engkau
Dan sekarang kalaupun engkau melihat
Aku benar – benar mati olehmu
Maafkan,jikalau aku sulit mengingkari..
Dear Bara,
Tak dapat kupungkiri ada penyesalan yang mendalam ketika menggiringku pergi menjauhimu..
Dan jikalau engkau berpikir bahwa cintaku telah menyurut dan tawar, aku tidak akan menyalahkan pikiran-pikiranmu yang selalu terlihat hebat dimataku…
Aku tidak pernah berhenti mencintaimu dan percaya bahwa penyatuan jiwa bukanlah satu-satunya pencapaian tertinggi,sekalipun itu agung..
Aku hanya butuh waktu untuk meminta Tuhan dengan lebih keras…
Supaya engkau lekas menemukan dirimu…
Kamu adalah Pria yang hebat…
Dan Kamu harus mempercayai itu
Dan kuharap engkau tidak membandingkan dirimu dengan kisah-kisah pamer yang tertulis rapi dalam buku biografi atau orang – orang disekitarmu yang terlalu kau anggap hebat…
Sekali lagi, Aku hanya mau kamu menemukan dirimu sendiri…
Semoga engkau menjadi Pria yang mampu bersyukur atas apa yang dimiliki
Seorang pria yang mampu menundukkan kepala ketika ia menjadi pemenang…
Dan tidak takut bercermin ketika dirinya sedikit tidak beruntung…
Milikilah hidupmu terlebih dahulu sebelum engkau mencoba berbagi hidup…
Dan kupikir engkau harus melakukan itu tanpa aku….
Malang, 5 jun 2009 (Copyrighted of Ricky25Ferdianto.wordpress.com)
Februari 13, 2009
Untuk Seseorang
Aku menginginkanmu
Kemarin, sekarang dan esok…
Seperti terik siang hari
Merindu pada desauan angin..
Aih.. dirimu selalu menggoda
Dibuatnya aku memerah jingga..
Laiknya kata – kata pandita..
Memaksaku memahami bahasa Nirwana..
Padamu, kugantungkan rasa..
Seluruh gejolak dan bara hatiku..
Dan jangan pernah berpikir perihal ketakutan
Aku bukan tengah memperkosamu dengan cinta..
Jangan pula mengasiani aku
Pun Aku tidak sudi mengiba karenanya..
Hanya sebuah persembahan kecil
Dimana seluruh imajimu tergambar jelas didalamnya
Dimana seluruh keyakinan dan harapanku terkembang
Entah untuk kaumiliki, kausimpan atau kaubuang..
Sekali lagi…
Aku menginginkanmu
Kemarin,sekarang dan esok…
Januari 22, 2009
Jerit Akhir (lawas)
Hati bengis…
Sesinis mata menali realita..
Hati menangis..
Bersembunyi di balik seringai tawa..
Gelisah ..
Terpendam didalam tegar jiwa..
Aih,semua terlalu pandai bermain peran..
Namun dungu didalam menafsir jiwa…
Dimana kalian sembunyikan sembilu?
Yang katanya rindu tetesan darahku?
Apa ia kauletakkan bersama kelaminmu,..Sehingga kalian malu untuk menunjukkannya?
Adakah kalian selipkan duri diantara tangan kita yang saling menggenggam?
Atau..,Sudahkan kalian bubuhkan racun pada anggur yang kau jamukan padaku?
Kawan…
Sebegitu kesalnya kita pada nasib..
Mengutuk pada semua apa yang menjadi kerikil mimpi
Meninju…,pada segala palang kebebasan kita
Barangkali jiwa kita sendiri rapuh..
Tahu serba sedikit tentang yang bijak itu
Ataukah, kita terlalu letih mendengar dongeng para pendeta yang terlihat konyol?
Ataukah, semuanya terlihat begitu berbeda dari apa yang pernah dikatakan para tua – tua?
Kita bergejolak…
Ingin berteriak..
Tai Kucing Kesatuan…
Tai Kucing Kebersamaan…
Tai Kucing Keadilan…
Tai Kucing Solidaritas…
hhhhhhhhhhhh. . . . . . . . . .
Beristirahatlah jiwa..
Biarkan hangat mentari lusa menyapa ..
Menyeka darah kita yang terlalu dingin…
Semoga… (10:17 PM FEB 16th 06)
Januari 22, 2009
Surat untuk Sahabat (satu cerita silam yang lupa diwaktukan)
Salam hai kawanku…
Semoga setiap waktu menjadi makna atas segala petualangan yang tengah kamu jalani..
Dan kuharap jiwamu selalu diliputi keriangan sekalipun malam ini begitu dingin dan menyiratkan sunyi..
Dan ketahuilah bahwa dirimu telah memberi satu lukisan peristiwa yang menggenapi perjalanan yang sebelumnya terasa ganjil ini ..
Kawanku..
Menyalin pikiranmu dengan kata – kata adalah seperti menangkap bayangan dalam larut malam hari..
Adalah bahasa diam sendiri.., yang mengantarku pada jiwa yang selama ini kaubungkam begitu rapat..
Dan pada akhirnya kita tidak lebih hanyalah nafas –nafas kekecewaan Padamu kawanku…
Kuperlihatkan coreng moreng dan tai-tai yang kuusapkan sendiri di wajahku Seluruh wujud jiwaku yang tak semua orang sudi untuk menoleh..
Dan pandanglah seluruh kegilaan ini dengan senyuman ..
Karena itu isyarat kemengadaanku…
Alasan jiwaku bertahan dan terjebak didalam tualang mimpimu..
Hanya ketika engkau mengubur semuanya dengan kekecewaan dan tipu daya…
Seketika aku akan lenyap,bahkan dalam mimpi burukmu sekalipun..
Kita memang tak serupa sekelompok angin…
Berhasrat merobohkan pohon yang sama..
Bernafsu mencumbu kembang yang sama
Barangkali semuanya memang bermula dipersimpangan jalan.. Dan pula berakhir pada persimpangan yang telah kita tapaki..
Hhhhh…
Maka biarkan aku telanjang..
Berjalan bersama gairahku..
Menapaki jalanan yang ingin kutempa maknanya seorang diri… Sambutlah,kawanku..
Salam hangat dan pelukan..
yang menjadi madu bagi persahabatan kita yang agung..
yang menjadi prasasti pertemuan jiwa kita..
Sebelum kita akhiri
Dengan persulangan dan pesta pora..
Sebelum binatang –binatang ini menyeruak dan bersungut – sungut..
Dan kita tak saling mengenali lagi ..
Januari 20, 2009
Hilangnya sinar
Sejenak kurasa udara semakin tipis..
Dan sinaran surya memudar..,letih mengiring waktu..
Mata air mongering..memutus ikatan dengan sungai..
Apalah sisa –sisa mimpi?
Jikalau sinar dalam lorong hati tak lagi bercahaya?
Jikalau dinding –dinding yang kau bangun menua dan berlumut?
Aku mau cinta mengalahkan waktuku..
Seperti dedaunan kering rebah di pangkuan rumput hijau..
Hhhh…
Sesaat suara kecil itu bergumam…
Aku manusia biasa ..
Tak mampu kutawar hilangnya rindu..
Tak dapat kutahan pudarnya sinar..
Pun jika kamu meminta keadilan..
Maka aku tetap tinggal didalam ruang yang mulai gelap dan lapuk..
Kucoba menjaga ini layaknya sebongkah prasasti tua..
Ah..hati terus menerus melayang..
Berputar – butar di ruang gamang..
Satu tanya melintas pikiran ..
Dimana sembunyi keabadian?
Januari 20, 2009
Malam
Malam senyap..
Sunyi nyaris tak bersuara..
Hanya desau angin kering..
Bercampur suara lirih jangkrik – jangkrik
Namun ia masih berbisik
Gerak bibirnya seolah mewartakan rahasia..
Misteri hidup dan hasrat alam..
Sabda Sang Hakiki
Malam yang indah..
Tanpa hingar dan gejolak manusia..
Tenang dan tak bergaduh..
Lembut membimbing hati
Ah,andai aku sehening kamu..
Aku tidak perlu gelisah..
Aku tidak musti mencari..
Mungkin ini waktuku..
Diam membatu menyesap kalbu..
Mendulang makna yang terkubur
pada gejolak dan hasrat jiwa
Diam itu emas
Demikian pepatah berkata
Aku diam..
Maka kutemukan makna..
Aku mengerti..
Januari 1, 2009
Hello world!
Welcome to WordPress.com. This is your first post. Edit or delete it and start blogging!
